Minggu, 17 Maret 2013

Pemeriksaan Diagnostik

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK PADA SISTEM PERKEMIHAN



Urialisis dapat meberikan informasi klinik yang penting. Urinalisis merupakan pemeriksaan rutin pad sebagian besar kondisi klinis, pemeriksaan urin menangkup evluasi hal-hal berikut:
1. Observasi warna dan kejernihan urin.
2. Pengkajian bau urin
3. Pengukuran keasaman dan berat jenis urin.
4. Tes untuk memeriksa keberadaan protein, glukosa, dan badan keton dalam urin (masing-masing untuk proteinuria, glukosuria, da ketonoria)
5. Pemeriksaan mikroskopik sedimen urin sesudah melakukan pemusingan (centrifuging) untuk mendeteksi sel darah erah (hematuria), sel darah putih, slinder (silindruria), Kristal (kristaluria), pus (piuria) dan bakteri (bakteriuria).

 Cara Pengumpulan Sampel UrinØ
Pengumpulan sampel urin dilakukan sewaktu bangun tidur pagi, karena specimen ini lebih pekat dan lebih besar kemungkinannya untuk mengungkapkan abnormalitas. Spesimen tersebut dikumpulkan dalam wadah yang bersih dan dilindungi terhadap kontaminasi bakteri serta perubahan kimiawai. Semua specimen harus diseimpan dalam lemari pendingin. Karena jika dibiarkan dalam suhu kamar urin akan menjadi alkalis akibat kontaminasi bakteri pemecah ureum dari lingkungan sekitarnya.

   B. Pemeriksaan Fungsi Ginjal
Tes fungsi ginjal dilakukan untuk mengevaluasi beratnya penyakit ginjal dan mengikuti perjlanan klinik. Pemeriksaan ini juga memberikan informasi tentang efektifitas ginjal dalam melaksanakan fungsi ekskresinya. Fungsi ginjal dapat dikaji secara lebih akurat jika dilakukan dibeberapa pemeriksaan dan kemudian asilnya dianalisis bersama. Pemeriksaan fungsi ginjal yang umum dilakukan adalah kemampuan pemekatan ginjal klirens kreatinin, kadar kreatinin serum dan nitrogen urea darah (BUN).

C. Ultrasound
Ultrasound atau pemeriksaaan USG menggunakan gelombang suara yang dipancarakan ke dalam tubuh untuk mendeteksi abnormalitas. Organ-organ dalam system urinarius akan menghasilkan gambar-gambar ultrasound yang khas. Abnormalitas seperti akumulasi cairan, massa, malformasi, perubahan ukuran organ ataupun obstruksi dapat diidentifikasi. Pemeriksaan USG merupakan teknik noninvasif dan tidak memerlukan persiapan khusus kecuali menjelaskan prosedur serta tujuannya kapada pasien. Karena sensitivitasnya, pemeriksaan USG telah menggantikan banyak prosedur diagnosis lainnya sebagai tindakan diagnostic pendahuluan.

D. Pemeriksaan Sinar-X dan Pencitraan lainnya
Dalam pemeriksaan ini dibagi ke dalam beberapa macam, yaitu :
1. Kidney, Ureter and Bladder (KUB)
Pemeriksaan radiologi abdomen yang dikenal dengan istilah KUB dapat dilaksanakan untuk melihat ukuran, bentuk serta posisi ginjal dan mengidentifikasi semua kelainan seperti batu dalam ginjal atau traktus urinarius, hidronefrosis (distensi pelvis ginjal), kista, tumor atau pergeseran ginjal akibat abnormalitas pada jaringan disekitarnya.

2. Pemindai CT dan Magnetic Resonance Imaging (MRI)
Pemeriksaan pemindai CT dan MRI merupakan teknik noninvasive yang akan memberikan gambar penampang ginjal serta saluran kemih yang sangat jelas. Kedua pemeriksaan ini akan memberikan informasi tentang luasnya lesi invasive pada ginjal.

3. Urografi Intravena (Ekskretori Urogram atau intravenous pyelogram)
Pemeriksaan urografi intravena yang juga dikenal dengan nama intravenous pyelogaram(IVP) memungkinkan visualisasi ginjal ureter dan kandung kemih. Media kontras radiopaque disuntikan secara intravena dan kemudian dibersihkan dari dalam darah serta dipekatkan oleh ginjal. Tebal nefrotomogram dapat dilaksanakan sebagai bagian dari pemeriksaan untuk melihat berbagai lapisan ginjal serta struktur difus dalam setiap lapisan dan untuk membedakan massa atau lesi yang padat dari kista didalam ginjal atau trakrus urinarius. Pemeriksaaan IVP dilaksanakan sebagai bagian dari penkajian pendahuluan terhadap semua masalah urologi yang dicurigai, khususnya dalam menegakan diagnose lesi pada ginjal dan ureter. Pemeriksaan ini juga memberikan perkiraan kasar terhadap fungsi ginjal. Sesudah media kontras (sodium diatrisoat atau meglumin diatrisoat) disuntikan secara intravena, pembuatan foto rontgen yang multiple dan seril yang dilakukan untuk melihat struktur drainase.

4. Pielografi retrograd. Dalam pielografi retrograd, kateter uretra dimasukan lewat ureter ke dalam pelvis ginjal dengan bantuan sistoskopi. Kemudian media kontras dimasukkan dengan gravitasi atau penyuntikan melalui kateter. Pielografi retrograd biasanya dilakukan jika pemeriksaan IVP kurang memperlihatkan dengan jelas system pengumpul. Pemeriksaan pielografi retrograd jarang dilakukan dengan semakin majunya teknik-teknik yang digunakan dalam urografi ekskretorik.

5. Infusion drip pyelography merupakan pemberian lewat infuse larutan encer media kontras dengan volume yang besar untuk menghasilkan opasitas parenkim ginjal dan mengisi seluruh traktus urinarius. Metode ini berguna bila teknik urografi yang biasa dikerrjakan tidak berhasil memperlihatkan struktur drainase.

6. Sistogram, sebuah kateter dimasukkan kedalam kandung kemih, dan kemudian media kontras disemprotkan untuk mellihat garis besar dinding kandung kemih serta membantu dalam mengevaluasi refluks vesikouretral. Sistogram juga dilakukan bersama dengan perekaman tekanan yang dikerjakan secara bersamaan di dalam kandunng kemih.

7. Sistouretrogram menghasilkan visualilsasi uretra dan kandung kemih yang bisa dilakukan melalui penyuntikan retrograde media kontras ke dalam uretra serta kandunng kemih atau dengan pemeriksaan sinar X sementara pasien mengekskresikan media kontras.


8. Angiografi renal. Prosedur ini memungkinkan visualisasi arteri renalis. Arteri femoralis atau aksilaris ditusuk dengan jarum khusus dan kemudian sebuah kateter disisipkan melalui arteri femoralis serta iliaka ke dalam aorta atau arteri renalis. Media kontras disuntikkan untuk menghasilkan opasitas suplai arteri renalis. Angiografi memungkinkan evaluasi dinammika aliran darah, memperlihatkan vaskulatur yang abnormal dan membantu membedakan kista renal dengan tumor renal.

E. Endourologi (prosedur endoskopi urologi)
1. Pemeriksaan sistoskopi
merupakan metode untuk melihat lanngsung uretra dan kandung kemih. Alat sistokop, yang dimasukan melalui uretra ke dalam kandung kemih, memiliki system lensa optis yang sudah ada pada alat itu sendiri sehingga akan meemberikan gambar kandung kemih yang diperbesar dan terang. Sistoskop tersebut dapat dimanipulasi untuk memungkinkan visualisasi uretra dan kandung kemih secara lengkap selain visualisasi orifisium uretra dan uretra pars prostatika. Kateter uretra yang halus dapat dimasukan melalui sistoskop sehingga ureterdan pelvis ginjal dapat dikaji. Sistoskop juga memungkinkanahli urologi untuk mendapatkan spesimen urin dari setiap ginjal guna mengevaluasi fungsi ginjal tersebut. Alat forceps dapat dimasukkan melalui sistoskop untuk keperluan biopsi. Batu dapat dikeluarkan dari uretra, kandung kemih dan ureter melalui sistoskop. Alat endoskop dimasukkan dengan melihatnya secara langsung. Uretra dan kandunng kemih diinspeksi. Larutan irigasi steril disemprotkan untuk menimbulkan distensi kandung kemih dan membilas keluar semua bekuan darah sehinngga visualisasi menjadi lebih baik. Penggunaan cahaya denngan intensitas tinggi dan lensa yang bisa ditukar-tukar memungkinkan visualisasi yang sangat baik serta memudahkan pembuatan gambar-gambar yang diam dan yang bergerak dari struktur ini. Sebelum melaksanakan prosedur pemeriksaan dapat diberikan preparat sedativ. Anestesi topical local disemprotkan kedalam uretra sebelum ahli urologi memasukkan alat sistoskop. Pemberian diazepam (valium) intravena bersama dengan preparat anestesi topical uretra dapat diberikan. Sebagai alternative lain dapat dilakukan anestesi spinal atau umum.
Setelah menjalani pemeriksaan sistoskopik, kadang-kadang penderita kelainan patologik obstruktif mengalami retensi urin sebagai akibat dari edema yang disebabkan oleh instrumentasi. Penderita hyperplasia prostat harus dipantau dengan cermat akan adanya kemungkinan retensi urin. Pasien yang menjalani instrumentasi traktus urinarus (yaitu, sistoskopi) perlu dipantau untuk mendeteksi tanda-tanda dan gejala infeksi urinarius. Edema uretra yang terjadi sekunder akibat trauma local dapat menyumbat aliran urin, oleh karena itu pemantauan akan adanya tanda-tanda dan gejala obstruksi pada pasien juga perlu dilakukan.

2. Brush biopsy ginjal dan uretra
Teknik brush biopsy akan menghasilkan informasi yang spesifik apabila hasil pemeriksaan radiologi ureter atau pelvis ginjal yang abnormal tidak dapat menunjukan apakah kelainan tersebut merupakan tumor, batu, bekuan darah atau hanya artefak. Pertama-tama dilakukan pemeriksaan sistoskopik. Kemudian dipasang kateter uretra yang di ikuti oleh tindakan memasukkan alat sikat khusus (biopsy brush) melalui kateter tersebut. Kelainan yang dicurigai disikat maju mundur secara teratur untuk mendapatkan sel-sel dan fragmen jaringan permukaan untuk pemeriksaan analisis histology. Setelah prosedur pemeriksaan selesai dilakukan, pemberian cairan infus dapat dilakukan untuk membersihkan ginjal dan mencegah pembentukan bekuan darah. Urin dapat mengandung darah (yang biasanya menjadi jernih dalam waktu 24-48 jam) akibat perembesan pada tempat penyikatan.


3. Endoskopi renal (nefroskopi)
Merupakan pemeriksaan dengan cara memasukkan fiberskop kedalam pelvis ginjal melalui luka insisi (pielotomi) atau secara perkkutan untuk melihat bagian dalam pelvis ginjal, mengelluarkan batu, melakukan biopsi lesi yang kecil dan membantu menegakan diagnose hematuria serta tumor renal tertentu.

4. Biopsi ginjal
Bopsi ginjal dilakukan dengan menusukan jarum biopsi melalui kulit kedalam jaringan renal atau dengan melakukan biopsi terbuka melalui luka insisi yang kecil didaerah pinggang. Pemeriksaan ini berguna untuk mengevaluasi perjalanan penyakit ginjal dan mendapatkan specimen bagi pemeriksaan mikroskopik electron serta imunofluoresen, khususnya bagi penyakit glomerulus.Sebelum biopsi dilakukan, pemeriksan koagulasi perlu dilakukan lebih dahulu untuk mengidentifikasi setiap resiko terjadinya perdarahan pascabiopsi.
Prosedur, pasien dipuasakan selama 6 hingga 8 jam sebelum pemeriksaan. Set infuse dipasang. Spesimen urin dikumpulkan dan disimpan untuk dibandingkan dengan specimen pascabiopsi. Jika akan dilakukan biopsi jarum pasien diberitahukan agar menahan nafas ketika jarum biopsi ditusukan. Pasien yang sudah dalam keadaan sedasi di tempatkan dalam posisi berbaring telungkup dengan bantal pasir diletakan dibawah perut. Kulit pada lokasi biopsy diinfiltrasi denngan preparat anestesi local. Lokasi jarum dapat dipastikan melalui fluuoroskopi atau ultrasound dengan menggunakan teknik khusus. Pada biopsi terbuka dilakukan insisi yang kecil didaerah ginjal dapat dilihat secara langsung.


5. Pemeriksaan radio isotop
Merupakan tindakan noninvasive yang tidak mengganggu prosesfisiologik normal dan tidak memerlukan persiapan pasien yang khusus. Preparat radiofarmaseutikal disuntikan intravena. Pemeriksaan dilakukan dengan kamera skintilasi yang ditempatkan disebelah posterior ginjal sementara pasien berada dalam posisi telentang,telungkup atau duduk. Gambar yang dihasilkan (yang disebut pemindai) menunjukan distribusi preparat radiofarmaseutikal didalam ginjal.
Pemeriksaan pemindai Tc menghasilkan informasi tentang perfusi ginjal dan sangat berguna untuk menunjukan fungsi ginjal yang buruk. Pemeriksaan pemindai hippurate memberikan informasi tentang fungsi ginjal.

6. Pengukuran urodinamik
Pengukuran urodinamik menghasilkan berbagai pemeriksaan fisiologik dan structural untuk mengevaluasi fungsi kandung kemih serta uretra dengan mengukur :
a. Kecepatan aliran urin
b. Tekanan kandung kemih pada saat buang air kecil dan saat istirahat
c. Resitensi uretra internal
d. Kontras serta relaksasi kandung kemih
Tekanan abdominal , kandung kemih serta detrusor, aktivitas sfingter, inervasi kandung kemih, tonus otot dan reflex sacrum dikaji. Berikut ini merupakan pengukuran urodinamik yang paling sering dilakukan :
e. Uroflometri (kecepatan aliran) merupakan rekaman volume urin yang mengalir melalui ureter per satuan waktu (ml/s)
f. Sistometrogram merupakan rekaman grafik tekanan dalam kadung kemih (intra vesikal) pada berbagai fase pengisian dan pengosongan kandung kemih untukmengkaji fungsinya. Selama prosedur pemeriksaan dilakukan, jumlah cairan yang dimasukan dan dikeluarkandari kandung kemih disamping rasa penuh pada kandung kemih dan keinginan untuk buang air kecil harus dicatat. Kemudian semua hasil ini dibandingkandengan tekanan yang diukur dalam kandung kemih selama pengisian kandung kemih dan berkemih. Pertama-tama pasien diminta untuk berkemih, dan dokter mengamati lamanya waktu yang diperlukan untuk memulai, ukuran, kekuatan serta kontinuitas aliran urin, dan derajat mengajan serta adanya hesitancy. Kateterretensi dimasukan melalui uretra kedalam kandung kemih. Volume sisa diukur dan kateter tersebut dibiarkan pada tempatnya. Kateter uretral dihubungkan dengan manometer air, dan larutan steril dibiarkan mengalir kedalam kandung kemih dengan kecepatan biasanya 1 ml/s. pasien memberitahukan dokter pada saat terasa ingin buang air kecil, dan pada saat kandung kemih terasa penuh. Derajat pengisian kandung kemih pada kedua situasi ini dicatat. Tekanan diatas tingkat nol pada simfisis pubis diukur, dan tekanan serta volume dalam kandung kemih diukur serta dicatat.
g. Profil tekanan uretra mengukur resitensi uretra disepanjang uretra. Gas dan cairan dimasukkan melalui sebuah kateter yang ditarik keluar sambil mengukur tekanan disepanjang dinding uretra.
h. Sistouretrogram memungkinkan visualisasi uretra dan kandung kemih yang dapat dilakukandengn penyntikan retrograd atau dengan mengeliminasi media kontras.
i. Pada voiding cystourethogram, kandung kemih diisi dengan media kontras dan pasien berkemih sementara foto-foto spot dibuang dpengn cepat. Ada tidaknnya refluks vesikouretral atau kelainan congenital pada traktus urinarius inferior dapat diperlihatkan. Voidingcystourethrogram juga digunakan untuk menyelidiki kesulitan dalam pengosongan kandung empedu dan inkontinensia.
j. Elektromiografi meliputi penempatan elektroda dalam otot dasar panggul dan fingter ani untuk mengevaluasi fungsi neuromuskuler traktus urinarius inferior.

Pemeriksaan Darah Lengkap

Mumpung lagi nganggur, sehari posting dua kali aja,hehehe..Kali ini tentang pemeriksaan Darah Lengkap, biasa disingkat DL, atau dalam bahasa inggris Complete Blood Count (CBC)
Sebagian besar dari kita, terutama yang pernah opname, menunggu keluarga yang sedang sakit di rumah sakit, atau check up di laboratorium klinis pasti pernah mendengar tentang darah lengkap. Tapi apakah semuanya mengetahui apakah itu pemeriksaan darah lengkap, tujuan, dan apa saja yang diperiksa?Mari kita coba sedikit membahasnya.
Pemeriksaan darah lengkap (selanjutnya ditulis DL) adalah suatu tes darah yang diminta oleh dokter untuk mengetahui sel darah pasien. Terdapat beberapa tujuan dari DL, di antaranya adalah sebagai pemeriksaaan penyaring untuk menunjang diagnosa, untuk melihat bagaimana respon tubuh terhadap suatu penyakit dan untuk melihat kemajuan atau respon terapi.
Bagaimana cara pemeriksaannya? Darah kita diambil dengan menggunakan spuit (suntik) sekitar 2 cc, dimasukkan ke dalam tabung yang telah berisi antikoagulan (EDTA atau sitrat), kemudian dibawa ke laboratorium.


Apa saja yang diperiksa? Yang diperiksa adalah beberapa komponen darah yaitu eritrosit (sel darah merah), leukosit (sel darah putih), dan trombosit (keeping darah). Pada lembar hasil DL, yang umum tercatat adalah kadar hemoglobin, jumlah trombosit, jumlah leukosit, dan hematokrit (perbandingan  antara sel darah merah dan jumlah plasma darah.). Kadang juga dicantumkan LED (Laju Endap Darah) dan hitung jenis leukosit.
Hasil DL yang normal adalah (hasil ini bervariasi, tergantung di laboratorium mana kita periksa) :
1.    Kadar Hb : 12-14 (wanita), 13-16 (pria) g/dl
2.    Jumlah leukosit : 5000 – 10.000 /µl
3.    Jumlah trombosit : 150.000 – 400.000 /µl
4.    Hematokrit : 35 – 45 %
5.    LED : 0 – 10 mm/jam (pria), 0 – 20 mm/jam (wanita)
Hasil normal laboratorium lengkap bisa dilihat di tulisan saya sebelumnya Hasil Lab Normal
Beberapa contoh interpretasi dari hasil DL secara sederhana antara lain bila kadar Hb turun menandakan anemia, leukositnya meningkat melebihi normal mungkin menandakan terjadinya infeksi, trombositnya turun mungkin saja menandakan terjadi infeksi virus, dan lain sebagainya.
Yang perlu diingat adalah pemeriksaan ini adalah penunjang dari anamnesa dan pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh dokter. Jadi diagnosis tidak semata-mata dari hasil laboratorium, tapi yang paling utama adalah dari keadaan klinis dari si sakit.

PEMERIKSAAN DARAH LENGKAP


Pemeriksaan Darah Lengkap (Complete Blood Count / CBC) yaitu suatu jenis pemeriksaaan penyaring untuk menunjang diagnosa suatu penyakit dan atau untuk melihat bagaimana respon tubuh terhadap suatu penyakit. Disamping itu juga pemeriksaan ini sering dilakukan untuk melihat kemajuan atau respon terapi pada pasien yang menderita suatu penyakit infeksi.

Pemeriksaan Darah Lengkap terdiri dari beberapa jenis parameter pemeriksaan, yaitu
1.    Hemoglobin
2.    Hematokrit
3.    Leukosit (White Blood Cell / WBC)
4.    Trombosit (platelet)
5.    Eritrosit (Red Blood Cell / RBC)
6.    Indeks Eritrosit (MCV, MCH, MCHC)
7.    Laju Endap Darah atau Erithrocyte Sedimentation Rate (ESR)
8.    Hitung Jenis Leukosit (Diff Count)
9.    Platelet Disribution Width (PDW)
10.    Red Cell Distribution Width (RDW)
Pemeriksaan Darah Lengkap biasanya disarankan kepada setiap pasien yang datang ke suatu Rumah Sakit yang disertai dengan suatu gejala klinis, dan jika didapatkan hasil yang diluar nilai normal biasanya dilakukan pemeriksaan lanjutan yang lebih spesifik terhadap gangguan tersebut, sehingga diagnosa dan terapi yang tepat bisa segera dilakukan. Lamanya waktu yang dibutuhkan suatu laboratorium untuk melakukan pemeriksaan ini berkisar maksimal 2 jam.

Hemoglobin
Hemoglobin adalah molekul protein pada sel darah merah yang berfungsi sebagai media transport oksigen dari paru paru ke seluruh jaringan tubuh dan membawa karbondioksida dari jaringan tubuh ke paru paru. Kandungan zat besi yang terdapat dalam hemoglobin membuat darah berwarna merah.

Dalam menentukan normal atau tidaknya kadar hemoglobin seseorang kita harus memperhatikan faktor umur, walaupun hal ini berbeda-beda di tiap laboratorium klinik, yaitu :
•    Bayi baru lahir : 17-22 gram/dl
•    Umur 1 minggu : 15-20 gram/dl
•    Umur 1 bulan : 11-15 gram/dl
•    Anak anak : 11-13 gram/dl
•    Lelaki dewasa : 14-18 gram/dl
•    Perempuan dewasa : 12-16 gram/dl
•    Lelaki tua : 12.4-14.9 gram/dl
•    Perempuan tua : 11.7-13.8 gram/dl
Kadar hemoglobin dalam darah yang rendah dikenal dengan istilah anemia. Ada banyak penyebab anemia diantaranya yang paling sering adalah perdarahan, kurang gizi, gangguan sumsum tulang, pengobatan kemoterapi dan penyakit sistemik (kanker, lupus,dll).
Sedangkan kadar hemoglobin yang tinggi dapat dijumpai pada orang yang tinggal di daerah dataran tinggi dan perokok. Beberapa penyakit seperti radang paru paru, tumor, preeklampsi, hemokonsentrasi, dll.


Hematokrit
Hematokrit merupakan ukuran yang menentukan banyaknya jumlah sel darah merah dalam 100 ml darah yang dinyatakan dalam persent (%). Nilai normal hematokrit untuk pria berkisar 40,7% - 50,3% sedangkan untuk wanita berkisar 36,1% - 44,3%.
Seperti telah ditulis di atas, bahwa kadar hemoglobin berbanding lurus dengan kadar hematokrit, sehingga peningkatan dan penurunan hematokrit terjadi pada penyakit-penyakit yang sama.


Leukosit (White Blood Cell / WBC)
Leukosit merupakan komponen darah yang berperanan dalam memerangi infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri, ataupun proses metabolik toksin, dll.
Nilai normal leukosit berkisar 4.000 - 10.000 sel/ul darah.
Penurunan kadar leukosit bisa ditemukan pada kasus penyakit akibat infeksi virus, penyakit sumsum tulang, dll, sedangkan peningkatannya bisa ditemukan pada penyakit infeksi bakteri, penyakit inflamasi kronis, perdarahan akut, leukemia, gagal ginjal, dll



Trombosit (platelet)
Trombosit merupakan bagian dari sel darah yang berfungsi membantu dalam proses pembekuan darah dan menjaga integritas vaskuler. Beberapa kelainan dalam morfologi trombosit antara lain giant platelet (trombosit besar) dan platelet clumping (trombosit bergerombol).
Nilai normal trombosit berkisar antara 150.000 - 400.000 sel/ul darah.
Trombosit yang tinggi disebut trombositosis dan sebagian orang biasanya tidak ada keluhan. Trombosit yang rendah disebut trombositopenia, ini bisa ditemukan pada kasus demam berdarah (DBD), Idiopatik Trombositopenia Purpura (ITP), supresi sumsum tulang, dll.


Eritrosit (Red Blood Cell / RBC)
Eritrosit atau sel darah merah merupakan komponen darah yang paling banyak, dan berfungsi sebagai pengangkut / pembawa oksigen dari paru-paru untuk diedarkan ke seluruh tubuh dan membawa kardondioksida dari seluruh tubuh ke paru-paru.Nilai normal eritrosit pada pria berkisar 4,7 juta - 6,1 juta sel/ul darah, sedangkan pada wanita berkisar 4,2 juta - 5,4 juta sel/ul darah.Eritrosit yang tinggi bisa ditemukan pada kasus hemokonsentrasi, PPOK (penyakit paru obstruksif kronik), gagal jantung kongestif, perokok, preeklamsi, dll, sedangkan eritrosit yang rendah bisa ditemukan pada anemia, leukemia, hipertiroid, penyakit sistemik seperti kanker dan lupus, dll


Indeks Eritrosit (MCV, MCH, MCHC)
Biasanya digunakan untuk membantu mendiagnosis penyebab anemia (Suatu kondisi di mana ada terlalu sedikit sel darah merah). Indeks/nilai yang biasanya dipakai antara lain :
MCV (Mean Corpuscular Volume) atau Volume Eritrosit Rata-rata (VER), yaitu volume rata-rata sebuah eritrosit yang dinyatakan dengan femtoliter (fl)
    MCV =  Hematokrit x 10
                Eritrosit
    Nilai normal = 82-92 fl

MCH (Mean Corpuscular Hemoglobin) atau Hemoglobin Eritrosit Rata-Rata (HER), yaitu banyaknya hemoglobin per eritrosit disebut dengan pikogram (pg)
     MCH = Hemoglobin x 10
                     Eritrosit
     Nilai normal = 27-31 pg

MCHC (Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration) atau Konsentrasi Hemoglobin Eritrosit Rata-rata (KHER), yaitu kadar hemoglobin yang didapt per eritrosit, dinyatakan dengan persen (%) (satuan yang lebih tepat adalah “gr/dl”)
      MCHC = Hemoglobin x 100
                      Hematokrit

      Nilai normal = 32-37 %

Laju Endap Darah
Laju Endap Darah atau Erithrocyte Sedimentation Rate (ESR) adalah kecepatan sedimentasi eritrosit dalam darah yang belum membeku, dengan satuan mm/jam. LED merupakan uji yang tidak spesifik. LED dijumpai meningkat selama proses inflamasi akut, infeksi akut dan kronis, kerusakan jaringan (nekrosis), penyakit kolagen, rheumatoid, malignansi, dan kondisi stress fisiologis (misalnya kehamilan).
International Commitee for Standardization in Hematology (ICSH) merekomendasikan untuk menggunakan metode Westergreen dalam pemeriksaan LED, hal ini dikarenakan panjang pipet Westergreen bisa dua kali panjang pipet Wintrobe sehingga hasil LED yang sangat tinggi masih terdeteksi.
Nilai normal LED pada metode Westergreen : Laki-laki : 0 – 15 mm/jam
                                                                      Perempuan : 0 – 20 mm/jam   



Hitung Jenis Leukosit (Diff Count)
Hitung jenis leukosit digunakan untuk mengetahui jumlah berbagai jenis leukosit. Terdapat lima jenis leukosit, yang masing-masingnya memiliki fungsi yang khusus dalam melawan patogen. Sel-sel itu adalah neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil, dan basofil. Hasil hitung jenis leukosit memberikan informasi yang lebih spesifik mengenai infeksi dan proses penyakit.  Hitung jenis leukosit hanya menunjukkan jumlah relatif dari masing-masing jenis sel. Untuk mendapatkan jumlah absolut dari masing-masing jenis sel maka nilai relatif (%) dikalikan jumlah leukosit total dan hasilnya dinyatakan dalam sel/μl.
Nilai normal : Eosinofil 1-3%, Netrofil 55-70%, Limfosit 20-40%, Monosit 2-8%


Platelet Disribution Width (PDW)
PDW merupakan koefisien variasi ukuran trombosit. Kadar PDW tinggi dapat ditemukan pada sickle cell disease dan trombositosis, sedangkan kadar PDW yang rendah dapat menunjukan trombosit yang mempunyai ukuran yang kecil.
Red Cell Distribution Width (RDW)RDW merupakan koefisien variasi dari volume eritrosit. RDW yang tinggi dapat mengindikasikan ukuran eritrosit yang heterogen, dan biasanya ditemukan pada anemia defisiensi besi, defisiensi asam folat dan defisiensi vitamin B12, sedangkan jika didapat hasil RDW yang rendah dapat menunjukan eritrosit yang mempunyai ukuran variasi yang kecil.
Pemeriksaan KUB

Salah satu pemeriksaan pengimejan diagnostik sinar-X yang sering dilakukan apabila anda mengalami kesakitan pada bahagian abdomen adalah KUB.

Apa itu KUB?
KUB adalah akronim bagi Kidney Ureter Bladder, iaitu organ utama untuk sistem urinari manusia. Di dalam bidang pengimejan diagnostik, ianya dilakukan mengunakan mesin sinar x konvensional untuk menghasilkan radiograf KUB. Ianya hanya mempunyai satu projeksi, iaitu AP (pandangan hadapan) dengan pesakit pada posisi supin (baring telentang la).

Biasanya, sebelum pemeriksaan dijalankan, pesakit diminta untuk menyalin pakaian ke gaun hospital (menangalkan semua pakaian kecuali seluar dalam). Ini bertujuan untuk mengelakan kesan artifak pada radiograf. Artifak pada radiograf mampu menyebabkan radiologis yang menilai radiograf salah tafsir, mengakibatkan salah diagnosis berlaku. setelah pesakit berpakaian hospital, pesakit diminta untuk baring supin di meja pemeriksaan.
Semasa pemeriksaan, pesakit diminta untuk meletakkan tangan di sisi badan, kaki pesakit lurus dan radiografer akan menarik kaki pesakit agar garis tengah pesakit sejajar dengan garis tengah perakam imej. kemudian radiografer akan memohon untuk menyentuh bahagian sisi pesakit untuk menentukan titik pemusatan, iaitu pada persilangan mid sagital plane (garis tengah badan) dan paras krista illiak. ini untuk memastikan radiograf yang akan dihasilkan memasukan bahagian yang dikehendaki, iaitu seluruh organ urinari dengan paras bawah radiograf pada simfisis pubis. Pesakit akan diberi arahan pernafasan, dimana radiograf akan diambik semasa pernafasan ekspirasi tertahan (buang nafas habis habis)
Fakfor dedahan yang diberi biasanya bergantung dengan badan pesakit, keadaan mesin dan teknik individu, namun SID adalah kekal pada 100cm dengan kolimasi pada ASIS tanpa memotong bahagian yang diminati

Kenapa KUB dilakukan
Biasanya ianya untuk melihat kehadiran batu pada buah pinggang atau pundi kencing. sekiranya perlu, ujian IVU(intravena urografi) dilakukan untuk memastikan keadaan atau tahap keterukan penyakit

Persediaan umum
Sekiranya mengalami hematuria (kencing berdarah), anuria (susah nak kencing/tiada kencing), sakit semasa kencing. pakaila baju ringkas yang senang dibuka, agar senang melakukan pemeriksaan yang berpatutan.

BNO IVP (blaas nier oversight) atau KUB (Kidney Ureter Bladder) IVU (Intra Venous Urography)

Adalah suatu tindakan untuk memvisualisasikan anatomi, dan  fungsi ginjal ureter dan kandung kencing. Termasuk didalamnya fungsi pengisian dan pengosongan buli. Pemeriksaan ini diindikasikan untuk:
1.    Kecurigaan adanya batu disaluran kencing.
2.    Kecurigaan tumor/keganasan traktus urinarius.
3.    Gross hematuria.
4.    Infeksi traktus urinarius yang berulang setelah terapi antibiotik yang adekuat.
5.    Pasca trauma deselerasi dengan hematuria yang bermakna.
6.    Trauma dengan jejas di flank dengan riwayat shock, dan shok telah stabil.
7.    Menilai/evaluasi/follow up tindakan urologis sebelumnya.
Untuk trauma traktus urinarius gold standard adalah CT scan dengan kontras. Dilakukan BNO-IVP jika tidak  dapat dilaksanakan CT scan (biaya, tidak adanya fasilitas). Untuk usia anak anak, jika terdapat hematuria berapapun (any degree of hematuria) telah masuk indikasi BNO IVP, meskipun tidak terdapat riwayat shock.
Tindakan ini dikontraindikasikan bagi:
1.    Pasien yang alergi  terhadap komponen kontras (iodine).
2.    Mengkonsumsi metformin.
3.    Kehamilan
Untuk pasien yang mengkonsumsi metformin tidak diperkenankan BNO-IVP oleh karena dapat terjadi asidosis metabolik. Untuk pemeriksaan BNO-IVP pasien yang mengkonsumsi metformin harus stop minum metformin minimal 48 jam sebelum BNO-IVP dan minum metformin lagi setelah 72 jam.
Syarat BNO-IVP adalah keatinin kurang dari 2 mg/dl. Jika kadar kreatinin lebih dari 2 mg/dL maka dilakukan BNO-USG dan renogram.
Pesiapan BNO-IVP, seumpama foto dilakukan pukul 08.00 WIB, persiapan hari sebelumnya:
1.    Diit rendah gas dan rendah residu minimal 24 jam sebelum foto. Biasa diberikan bubur kecap.
2.     Stop makan  pukul 20.00 WIB.
3.    Berikan garam Inggris pukul 22.00. minum terakhir pukul 22.00.
4.    Lavement dengan gliserin 125 cc pada pukul 05.00 WIB hari tindakan.
5.    Foto BNO-IVP 08.00 WIB dengan didahului skin test kontras.
Perlu diperhatikan, pasien harus puasa bicara sejak 1 hari sebelum tindakan.


Regulator GIT, Antiinflamasi & Antiflatulen (Obat Kembung)

Pada kelompok obat ini adalah obat-obat yang berfungsi sebagai:
•    Pengatur fungsi dan gerak dari gastrointestinal atau sering disebut regulator GIT
•    Obat kembung atau antiflatulen digunakan untuk meteorisme.
•    Anti radang atau pembengkakan pada saluran cerna atau disebut antiinflamasi
Obat golongan ini lebih lanjut kita sebut saja sebagai obat kembung.
Obat kembung yang beredar di Indonesia adalah :
1.    Cisapride.
Cisapride adalah obat yang meningkatkan pergerakan atau kontraksi dari lambung dan usus. Obat ini digunakan untuk mengobati gejala seperti kembung yang disebabkan kembalinya asam lambung ke esophagus.
2.    Dimethicone dan derivatnya
Dimethicone mempunyai nama lain dimethylpolysiloxane. Derivatnya adalah simethicone yang merupakan campuran polydiethylpolysiloxane. Merupakan obat antifoaming yang diperuntukan untuk mengurangi kembung, ketidaknyamanan dan sakit yang disebabkan kelebihan gas pada saluran cerna dan usus. Cara kerjanya dengan menurunkan tegangan permukaan dari gas sehingga buih di dalam pencernaan membentuk gelembung yang besar yang mudah dikeluarkan oleh tubu
2.    Bentuk sediaan yang ada adalah tablet, kapsul dan cairan suspensi.
Obat ini tidak diserap oleh tubuh ke aliran darah, sehingga relatif aman, efek samping hanya berupa konstipasi, diare dan nyeri perut.
3.    Clebopride
Diindikasikan untuk mual & muntah yang disebabkan berbagai hal baik obat maupun penyakit.
4.    Metoclopramide
Metoclopramide merupakan benzamida tersubstitusi yang merangsang motilitas saluran pencernaan makanan tanpa mempengaruhi sekresi lambung, empedu atau pankreas.
Metoclopramide mempunyai aktivitas parasimpatomimetik dan mempunyai sifat antagonis reseptor dopamin dengan efek langsung pada kemoreseptor "trigger zone".
Metoclopramide kemungkinan juga mempunyai sifat antagonis reseptor serotonin.
5.    Domperidone
Domperidone merupakan antagonis dopamine yang mempunyai kerja antiemetik prokinetik, dengan efek seperti metoclopramide. Karena tidak menembus aliran darah reaksi ekstrapiramidial jarang sekali terjadi.
Pemberian peroral domperidone menambah lamanya kontraksi antral dan duodenum, meningkatkan pengosongan lambung dan tekanan pada esofagus sprinkter.
6.    Hyoscine
Merupakan alkaloid yang bersifat antikolinergik dengan fungsi untuk gangguan kontraksi saluran pencernaan, kandung empedu, saluran kemih dan saluran alat kelamin wanita.
Sediaannya biasanya dikombinasi dengan metampiron atau paracetamol.
7.    Mesalazine
Mesalazine termasuk golongan obat aminosalisilat. Oabt ini digunakan untuk mengurangi pembengkakan pada radang usus besar. Akibat radang usus besar terjadinya pembengkakan dan pendarahan apda usu besar yang menyebabkan gejala sakit pada abdominal dan diare bercampur darah, nanah dan lendir. Mesalazine bekerja dengan mengurangi pembengkakan pada usus, sehingga mengurangi gejala yang disebabkan penyakit.
Untuk pemilihan golongan obat pencernaan ini yang tepat ada baiknya anda harus periksakan diri dan konsultasi ke dokter.
Di apotik online medicastore anda dapat mencari obat yang kandungannya sama tetapi dengan merk yang berbeda secara mudah dengan mengetikkan di search engine medicastore naa generiknya. Sehingga anda dapat memilih dan beli obat sesuai dengan kebutuhan anda.


           
           
           







ANTASIDA

Antasida hanya bekerja dengan cara menetralkan suasana asam yang berlebih dalam lambung. Sehingga antasida tidak dapat memperbaiki luka (ulkus) yang terjadi, tidak dapat mengatasi bakteri yang telah bersarang, serta tidak dapat juga memberikan perlindungan terhadap lambung sepanjang hari.

Selain itu, efek samping Antasida yang juga merugikan dapat sering terjadi, seperti misalnya sembelit (konstipasi) dan diare. Kemudian juga penggunaan obat-obatan secara terus menerus dalam jangka waktu panjang (termasuk juga antasida) dapat merusak ginjal. Tentu saja hal tersebut akan merugikan kita baik dari sisi kesehatan maupun dari sisi ekonomi (tidak cost effective dan effisien) karena harus membeli obat lagi untuk mengatasi efek samping yang terjadi. Sumber lain juga menyebutkan bahwa penggunaan antasida sebaiknya dibatasi hanya untuk dikonsumsi selama 2 minggu.



Antispasmodic
BRAXIDIN
Film-coated tablet

komposisi :

Tiap tablet mengandung:
Klordiazepoksida................................................ 5    mg
Klidinium Bromida............................................... 2,5 mg


FARMAKOLOGI

BRAXIDIN merupakan gabungan antara Klordiazepoksida yang mempunyai daya anti-ansietas dan Klidinium Bromida yang mempunyai efek antikolinergik / spasmolitik.
Dari hasil penelitidn ternyata Klordiazepoksida bekerja pada sistem limbik otak dan bukti terakhir menunjukkan bahwa sistem limbik tersebut berhubungan dengan respon emosi.
Klidinium Bromida adalah antikolinergik sintetik yang memiliki efek antispasmodik dan antisekresi yang nyata pada saluran pencernaan. Klidinium Bromida digunakan bersama-sama dengan klordiazepoksida dalam pengobatan simtomatis terhadap tukak lambung dan usus 12 jari serta gangguan saluran pencernaan lainnya.


INDIKASI

- Untuk pengobatan-manitestasi gejala gangguan saraf otonom dan somatik yang disebabkan oleh rasa cemas.
Sebagai pengobatan gejala tukak lambung dan usus 12 jari, hipersekresi ddn hipermotilitas saluran pencernaan nervous dyspepsia, iritasi dgn spasme kolon, diskinesia empedu, spasme ureter dan diskinesid ureter, irritable bowel syndrome, kolitis, diare, dismenore.


KONTRA-INDIKASI

Penderita dengan glaukoma dan hipertrofi prostat.


EFEK SAMPING

BRAXIDIN umumnya ditoleransi dengan baik. Efek samping yang mungkin timbul adalah rasa ngantuk, ataksia dan bingung. Efeksamping lama adalah efek yang khas untuk obat antikolinergik seperti mulut kering, gangguan berkemih dan konstipasi.


PERHATIAN

BRAXIDIN sebaiknya tidak diberikan selama kehamilan trimester pertama, karena pemakaian obat
ini jarang merupakan keharusan. Penderita sebaiknya berhati-hati terhadap pekerjaan yang memerlukan kesadaran penuh, misalnya mengemudikan kendaraan atau menjalankan mesin. Sebaiknya tidak digunakan untuk pemakaian jangka lama karena risiko ketergantungan fisik dan psikis. Hati-hati bila diberikan pada penderita dengan gangguan hati.


DOSIS

Dewasa:
Dosis lazim:   3 - 4 tablet sehari, sebelum makan danmenjelang tidur.
Orang tua dan penderita yang lemah:
Dosis awal 1 - 2 tablet sehari, ditingkatkan bertahapsampai tercapai dosis efektif.
Atau menurut petunjuk dokter.


HARUS DENGAN RESEP DOKTER


KEMASAN

Dus isi 10 strip @ 10 tablet.
No. Reg.: DKL8522206517A1


PENYIMPANAN

Simpan di tempat sejuk dan kering.
Dibuat oleh:
PT. SANBE FARMA
Bandung - Indonesia

________________________________________



BUSCOPAN 10 MG
Harga Per Satuan Terkecil : Rp2,150.00
BELI  
Harga Tersebut diatas Tidak Mengikat, Sewaktu-Waktu Dapat Berubah Tanpa Pemberitahuan Terlebih Dahulu.

Buscopan ® Tablet
Hyoscine-N-butylbromide


Komposisi

Berlapis gula 1 tablet mengandung:
Hyoscine-N-butylbromide............................... 10mg


BUSCOPAN memberikan gaya spasmolytic tindakan pada otot polos gastrointestinal, genito-bilier dan
unnary traktat. Sebagai ammonium kuaterner derivatif, Hyoscine-N-butylbromide tidak memasuki sistem
saraf pusat. Oleh karena itu, efek samping antikolinergik pada sistem saraf pusat tidak terjadi.
Peripheral tindakan antikolinergik hasil dari ganglion-tindakan pemblokiran dalam dinding mendalam
serta dari muscarinic anti-aktivitas.


Indikasi

Kejang saluran pencernaan, kejang dan dyskinesia dari sistem bilier, saluran Genitourinary kejang.


Kontraindikasi

BUSCOPAN merupakan kontraindikasi dalam myasthenia gravis dan megacolon. Selain itu, tidak boleh
digunakan pada pasien yang telah menunjukkan kepekaan sebelum hyoscine-N-butylbromide atau komponen
lain dari produk.
- Retensi urin berhubungan dengan stenosis mekanik dari saluran kemih (misalnya dalam kasus adenoma prostat)
- Narrow glaukoma sudut-Takikardia


Efek samping

Efek samping antikolinergik termasuk xerostomia, dyshidrosis, takikardia dan berpotensi retensi urin dapat
terjadi tetapi biasanya ringan dan diri terbatas. Jarang reaksi hipersensitivitas, reaksi kulit terutama
telah dilaporkan. Kasus terisolasi episode anafilaksis dengan nafas yg sulit dan shock telah diamati.


Peringatan khusus

Karena potensi risiko komplikasi antikolinergik, kehati-hatian harus digunakan pada pasien yang rentan terhadap
glaukoma sudut sempit maupun dalam paten rentan terhadap usus atau saluran kemih penghalang dan pada orang-orang
cenderung untuk tachyarrhytmia. Karena kemungkinan bahwa antikolinergik dapat mengurangi berkeringat, BUSCOPAN
harus diberikan dengan peringatan untuk pasien dengan pireksia dan dalam situasi di mana suhu tinggi.


Kehamilan dan Laktasi

Pengalaman yang panjang telah menunjukkan tidak ada bukti efek buruk selama kehamilan manusia. Studi praklinis
pada tikus dan kelinci tidak menunjukkan baik embryotoxic atau efek teratogenic. Namun tindakan pencegahan yang
biasa mengenai penggunaan obat dalam kehamilan, terutama selama trimester pertama, harus diamati. Keamanan selama menyusui belum ditetapkan.
The! N "chlolinCTgi? Efek dari antidepresan trisiklik, antihistamin, quinidine, amantadine, phenothiazines,
butyrophenons dan dapat disopyramide
Conramtent pengobatan dengan antagonis dopamin seperti metoklopramid dapat mengakibatkan berkurangnya efek kedua obat pada pstrointestinal Thetachycardic efek beta-adrenergik agen dapat ditingkatkan dengan BUSCOPAN.


Dosis dan Administrasi

Kecuali ditentukan oleh dokter, dosis berikut disarankan:
Tablet berlapis gula:
Orang dewasa dan anak di atas 6 tahun: 1-2 kali sehari k sc tablet.
Berlapis gula tablet harus ditelan utuh dengan cairan yang memadai.


Overdsis

Gejala

Dalam kasus overdosage, efek antikolinergik dapat diamati.
fSifed, parasympathomimetlc obat harus diberikan. Saran Ophthalmological harus shought dalam kasus-kasus glaukoma mendesak.
Komplikasi kardiovaskular harus diperlakukan sesuai dengan prinsip-prinsip terapi biasa. Dalam kasus kelumpuhan pernafasan:
intubasi, pernafasan buatan harus dipertimbangkan. Catheterisation mungkin diperlukan untuk retensi urin. Selain itu,
mendukung langkah-langkah yang tepat harus digunakan sesuai kebutuhan.


Ketersediaan

Tablet berlapis gula
Kotak berisi 10 strip 10 tablet.
Simpan dalam 25-30 ° C, melindungi dari cahaya.
Simpan dalam tempat yang aman, keluar dari jangkauan anak-anak.

Hanya pada resep dokter Harus dengan resep dokter

Diproduksi Oleh:
PT. Boehringer Ingelheim Indonesia
Bogor, Indonesia
Di bawah lisensi dari:
Boehringer Ingelheim International GmbH
Ingelheim am Rhein
Jerman
71012/0701

Reg.No.DKL0133700116Al
20020511Buscopan ® Tablet
Hyoscine-N-butylbromide

________________________________________



BUSCOPAN PLUS
Harga Per Satuan Terkecil : Rp2,950.00
BELI  
Harga Tersebut diatas Tidak Mengikat, Sewaktu-Waktu Dapat Berubah Tanpa Pemberitahuan Terlebih Dahulu.
Buscopan ® Plus


Komposisi

1 tablet bersalut film mengandung:
Hyoscine-N-butylbromide.............................10 mg
Parasetamol..............................................500 mg


Properties

Spasmolytic obat yang Hyoscine-N-butylbromide terkandung dalam BUSCOPAN PLUS adalah semi sintetik
turunan dari substansi
scopolamine, ditemukan dalam jaringan tanaman.
Aku "dia kuaterner senyawa ammonium Hyoscine-N-butylbromide tidak memiliki bul pusat sebuah ~
perifer anti cholinergic efek. TTfisIs"
didasarkan baik pada ganglionic inhibisi dari transmisi dan pada efek parasympatholytic.
Hyoscine-N-butylbromide memiliki efek spasmolytic pada otot polos saluran pencernaan, saluran
empedu dan eferen
saluran kemih. Demikian pula, sebuah efek pada otot rahim telah ditampilkan pada hewan percobaan dan
in vitro pada manusia strip
jaringan rahim.
Sifat-sifat yang analgesik parasetamol berguna untuk melengkapi efek ini. Karena sakit-antispasmodic
dan efek relieving
BUSCOPAN PLUS sangat cocok untuk mengobati rasa sakit yg jarang terjadi di organ-organ perut kosong.


Indikasi

Paroxysmal nyeri pada penyakit perut atau usus spastik nyeri dan gangguan fungsional dalam empedu dan
saluran urine dan organ kelamin perempuan (misalnya dismenorea).


Dosis dan Administrasi

Kecuali ditentukan oleh dokter, dosis berikut disarankan:
FilmCoatedTablets
Dewasa: 1-2 tablet dilapisi film 3 kali sehari, menelan dengan sedikit cairan. Dosis harian total tidak
boleh melebihi film dilapisi 6 tablet.
Tablet dilapisi film ini tidak cocok untuk anak-anak di bawah usia 10 tahun.
AN-PLUS-<Hyrocfrre - N-botylbTOTnicfe dan Parasetamol) tidak boleh diambil alih-yang berkepanjangan-
periode-waktu atau yang lebih tinggi <tanpa resep dari dokter atau dokter gigi.


Khusus Peringatan dan Peringatan

BUSCOPAN PLUS (Hyoscine-N-butylbromide dan Parasetamol) harus digunakan dalam hati-hati dalam:
- Hepatic disfungsi (misalnya akibat penyalahgunaan alkohol kronis, hepatitis)
- Ginjal disfungsi
- Gilbert's syndrome (penyakit Meulengracht)
Hyoscine-N-butylbromide dapat menyebabkan rasa kantuk dan pasien seharusnya tidak mengemudi atau
mengoperasikan mesin. Jangan melebihi dosis yang dianjurkan, hal itu dapat menyebabkan kerusakan hati.
Perawatan juga harus diambil pada pasien glaukoma cenderung sempit dan juga pada pasien yang rentan terhadap
usus atau saluran kencing penghalang dan pada orang-orang cenderung tachyarrhythmia.
Dalam kasus seperti Hyoscine-N-butylbromide dan Parasetamol hanya boleh digunakan di bawah pengawasan medis
dan, jika perlu, dosis dikurangi orthe interval antara individu administrasi berkepanjangan.


Kehamilan dan Menyusui

Pengalaman yang panjang telah menunjukkan tidak ada bukti efek buruk selama kehamilan manusia. Namun, tindakan
pencegahan yang biasa mengenai penggunaan obat dalam kehamilan, terutama selama trimester pertama, harus diamati.
Dalam Hyoscine-N-butylbromide keamanan selama masa menyusui belum ditetapkan.
Parasetamol masuk ASI, tetapi tidak akan mempengaruhi bayi ketika digunakan dosis terapeutik.


 Efek samping
Karena parasetamol, salah satu bahan aktif BUSCOPAN PLUS, rubefaction dapat terjadi dalam kasus yang jarang,
reaksi alergi dengan
exanthema dalam kasus yang sangat langka, alergi kekurangan trombosit (trombositopenia) atau pengurangan leucocytes
(leucopenia) di sangat langka

Penurunan granulosit dalam darah (agranulocytosis) atau pengurangan elemen darah selular (pancytopenia) telah dijelaskan dalam
kasus terisolasi sehubungan dengan parasetamol.
Pada kasus yang jarang parasetamol berikut, reaksi hipersensitif (Quincke's edema, nafas yg sulit, berkeringat, mual, tekanan
darah jatuh termasuk shock) telah dijelaskan.
Dalam kasus terisolasi bronchospasm dapat terjadi pada pasien dipengaruhi, terutama pada pasien dengan riwayat asma bronkial atau alergi.
Anti cholinergic efek samping, berhubungan dengan Hyoscine-N-butylbromide, termasuk xerostomia, dyshidrosis, takikardia dan berpotensi
retensi urin dapat terjadi tetapi biasanya ringan dan diri terbatas.

Jarang reaksi hipersensitivitas Hyoscine-N-butylbromide, terutama reaksi kulit, telah dilaporkan. Sementara kehilangan akomodasi, takikardia.
Parasetamol dosis besar dapat menyebabkan disfungsi hepatik.


Kontraindikasi

BUSCOPAN PLUS (Hyoscine-N-butylbromide dan Parasetamol) tidak boleh digunakan dalam:
- Mechanical-stenosis saluran gastrointestinal, akalasia, lumpuh ileus, usus atony, hipertrofi prostat dengan retensi urin, myasthenia gravis,
  glaukoma, patologis tachyarrhythmia, mega kolon dan dikenal hipersensitivitas untuk Hyoscine-N-butylbromide atau Parasetamol.
- Pasien dengan porfiria, sesuai dengan satu laporan, telah berkata kepada memperburuk penyakit.
- Pasien dengan disfungsi hepatik.


Interaksi Obat :

Cholinergic anti efek antidepresan trisiklik, antihistamin, quinidine, amantadine dan disopyramide dapat ditingkatkan oleh Hyoscine-N-butylbromide
dan Parasetamol.
Seiring pengobatan dengan antagonis dopamin seperti metoklopramid dapat mengakibatkan berkurangnya efek kedua obat pada saluran pencernaan.
The tachycardic efek beta-adrenergik agen dapat ditingkatkan dengan Hyoscine-N-butylbromide dan Parasetamol.
Kalau tidak berbahaya Parasetamol dosis dapat menyebabkan kerusakan hati jika dikonsumsi bersama dengan obat-obatan yang mengarah ke induksi enzim
seperti hypnotics tertentu dan anti-epilepsi (misalnya glutethimide, fenobarbital, fenitoin, carbamazepin) serta rifampisin. Hal yang sama berlaku
untuk penyalahgunaan alkohol.
Bila pengosongan lambung diperlambat, seperti misalnya dengan propantheline, tingkat penyerapan parasetamol dapat dikurangi dengan hasil bahwa
tindakan awal tertunda. Percepatan pengosongan lambung, e.g. setelah administrasi metoklopramid, menyebabkan kenaikan tingkat penyerapan.
Kombinasi dengan kloramfenikol dapat memperpanjang paruh kloramfenikol dengan peningkatan risiko toksisitas.
Relevansi klinis interaksi antara parasetamol dan warfarin serta derivatif coumarine belum dapat dinilai. Oleh karena itu, penggunaan jangka panjang
parasetamol pada pasien yang diobati dengan antikoagulan oral hanya dianjurkan di bawah pengawasan medis.
Seiring penggunaan parasetamol dan AZT (AZT) meningkatkan kecenderungan mengurangi leucocytes (neutropenia). Oleh karena itu, Hyoscine-N-butil bromida
dan parasetamol (BUSCOPAN PLUS) hanya boleh diambil bersama-sama dengan < «Tfollowing nasihat medis.


Overdsis

Gejala
Hyoscine-N-butil bromida,
Serius tanda-tanda keracunan akut berikut overdosage dengan Hyoscine-N-butil bromida belum diamati dalam manusia. Dalam kasus atau overdosage, anti
cholinergic gejala sebagai retensi urin, mulut kering, Redding kulit, takikardia, inhibisi motilitas gastrointestinal, dan gangguan visual sementara
mungkin terjadi.
Yang tngestion terlalu tinggi dosis parasetamol dapat menyebabkan gejala keracunan dengan periode latensi 24 - 48 jam. Hepatic disfungsi dapat
berkembang karena necroses sel hati dan koma hepatik - juga dengan hasil yang fatal - dapat terjadi. Independen phenomenona ini ginjal
lesi karena necroses dari tubuli juga telah dijelaskan.
Gejala keracunan parasetamol berkembang dalam beberapa tahapan. Pada tahap pertama (1st day) tanda-tandanya adalah mual, muntah,
berkeringat kantuk dan perasaan sakit. Setelah subjektif sementara perbaikan dalam tahap kedua mungkin ada pada
hari ketiga atau keempat, yang cukup peningkatan nilai-nilai transaminase, Icterus, gangguan pembekuan, hipoglikemia dan bagian ke hepatik koma.


Terapi

Dalam kasus keracunan lisan, lavage lambung dengan obat arang dalam waktu 6 jam.
The sitotoksik metabolit parasetamol dapat terikat oleh Cv. administrasi kelompok SH donatur seperti acetylcysteine jika mungkin dalam
pertama 8-12 jam setelah keracunan. ,
Pada prinsipnya, acetylcysteine harus diberikan tanpa penundaan. Hal ini dianjurkan untuk menentukan konsentrasi plasma
parasetamol.
Konsentrasi plasma parasetamol dapat menurun oleh dialisis.
Gejala hyoscine-N-butil bromida overdosage menanggapi parasympatomimetics. Untuk pasien dengan glaukoma, harus pilokarpin
diberikan secara lokal. Jika perlu, parasympathomimetics harus diberikan, misalnya neostigmine 0,5-2,5 mg i.m. atau i.v. kardiovaskular
komplikasi harus diperlakukan sesuai dengan prinsip-prinsip terapi biasa. Dalam kasus kelumpuhan pernafasan: intubations, pernafasan buatan.
Kateterisasi mungkin diperlukan untuk retensi urin.

Reg. No DKL0133701717A1
Kotak mengandung 25 strip berlapis film U tablet
Simpan dalam tempat sejuk dan kering.
Simpan dalam tempat yang aman dari jangkauan anak-anak.
HARUS DENGAN RESEP DOKTER

  Diproduksi Oleh:
PT. Boehringer Ingelheim Indonesia
Bogor, Indonesia
Di bawah lisensi dari:
Boehringer Ingelheim International GmbH
Ingelheim am Rhein
Jerman

71014/0701 19960902

________________________________________



duspatalin 50tab
Harga Per Satuan Terkecil : Rp3,050.00
BELI  
Harga Tersebut diatas Tidak Mengikat, Sewaktu-Waktu Dapat Berubah Tanpa Pemberitahuan Terlebih Dahulu
DUSPATALIN


Komposisi:

Tiap tablet mengandung:
mebeverine hydrochloride.................................135 mg


Dosis:

Satu 135 mg tablet tiga kali sehari; untuk diberikan kira-kira 20 menit sebelum makan.


Indikasi dan penggunaan:

Perawatan gejala sakit perut dan kram, gangguan usus besar dan
usus ketidaknyamanan yang berhubungan dengan sindrom iritasi
usus besar. Pengobatan kejang gastrointestinal sekunder penyakit
organik.


Paket:

Pak: 16, 48 tablet


Lisensi oleh: Solvay Pharmaceuticals B.V. - Holland

________________________________________



gitas plus
Harga Per Satuan Terkecil : Rp2,200.00
BELI  
GITAS®PLUS
KAPLET SALUT SELAPUT
Interbat



KOMPOSISI :



Tiap kaplet salut selaput mengandung:
Hyoscine N-butylbromide    10 mg
Paracetamol    500 mg


KHASIAT :

                                                
GITAS PLUS mengandung Kornbinasi Hyosane N-buttyibromide sebagai obat antispasmodik dan Paracetamol sebagai obat analgesik.Hyoscine N-butylbromide mempunyai efek anti muskarinik yang bekerja pada saraf serabutpasca-ganglionkolinergik.


INDIKASI :

Nyeri paroksismal pada penyakit-penyakit lambung atau usus halus,nyeri spastik pada traktus biliaris,traktus urinarius dan organ-organ genitalia (misalnyadismenore).


KONTRA INDIKASI :

-    Jangan diberikan pada penyakit-penyakit glaukoma,hipertrofi prostat dengan kecenderungan retensi urine,stenosis  mekanis di daerah traktus gastrointestinal,takikardia,megakolon.
-    Penderita yang hipersensitif terhadap komponen tersebut di atas.
-    Porfir
-    Tidakbolehdigunakan pada penderita gangguanfungsihati.

   
EFEK SAMPING :

-    Kekeringan pada mulut dan kulit,konstipasi,palpitasi,flushing,aritmia jantung,bradikardia dan takikardia.
-    Pernah dilaporkan menyebabkan reaksi paradoxikal (gangguan waktu tidur) dan mempengaruhi penglihatan,oleh sebab  itu hati-hati dalam mengemudikan kendaraan bermotoratau menjalankan mesin.
-    Dosis besar menyebabkan kerusakan hati.


PERINGATAN / PERHATIAN :


Penggunaan pada wanita hamil hanya jika benar-benar dibutunKan,terutama pada trimester 1 kehamilan dengan mempertimbangkan resikonya terhadap janin.

-    Hati-hati penggunaan obat ini pada penderita penyakit ginjal.
-    Hati-hati penggunaan pada pasien lanjut usia,pasien dengan gangguan jantung,kolitis ulseratif,paralytic ileus dan  pyloric stenosis.
-    Hindariminumanberalkohol.
-    Tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.
-    Keamanan pada wanita menyusui belum dapatdibuktikan.


INTERAKSI OBAT :


-    Paracetamol dapat menyebabkan kerusakan hepar bila diberikan bersama-sarna dengan obat yang bekerja menginduksi  enzim,seperti obaf-obat hipnotis dan anfi-epilepsi (misalnya Glutethimide,Phenobarbital,Phenytoin,Carbamazepin)  dan juga Rifampicin.Hal yang sama terjadi pula bila diberikan bersama-sama dengan alkohol yangberlebihan.
-    Apabila pengosongan asam lambung diperlambat misalnya dengan Propantheline,maka kecepatan absorpsi Paracetamol  akan berkurang,sehingga mula kerjanya diperlambat.
-    Mempercepat pengosongan asam lambung,seperti pada pemberian Metoclopramide,akan meningkatkan kecepatan absorpsi.
-    Kombinasi dengan Chloramphenicol dapat memperpanjang waktu paruh,tetapi resiko toksisitas akan meningkat.
-    Penilaian secara klinis antara interaksi Paracetamol dan Warfarin serta derivat kumarin masih belum diketahui.  Oleh karena itu,penggunaan Paracetamol untuk jangka panjang pada pasien yang sedang menjalani terapi dengan  antikoagulan oral hanya dapat dilakukan di bawah pengawasan dokter.


ATURAN PAKAI :

Kecuali ditentukan lain oleh dokter,dosis yang dianjurkan adalah:
Dewasa: 1 -2kaplet, 3kalisehari,ditelan utuhdengansedikitair.
Dosis total sehari tidak boleh melebihi 6 kaplet.


KEMASAN :


Kotak berisi 5 strip @10 kaplet salut selaput
Reg. No.: DKL9817614709A1


HARUS DENGAN RESEP DOKTER

SIMPAN DI BAWAH 30°C TERLINDUNG DARI CAHAYA

________________________________________



klidibrax
Harga Per Satuan Terkecil : Rp1,250.00
BELI  

Klidibrax ® [tab]


Isi

Br Clidinium per tab................... 2,5 mg
chlordiazepoxide......................... 5 mg



Indikasi



Perawatan GI terkait hypermotility w / emosional & psikosomatik negara.



Dosis

Dewasa 1-2 tab 3-4 kali setiap hari.

Administrasi

Harus diambil pada waktu perut kosong (Ambil 1/2-1 jam sebelum makan & sebelum tidur.).

Kontraindikasi

Hipertrofi prostat, glaukoma.

Peringatan khusus

Lansia, epilepsi, CV, hati atau penyakit ginjal, resp depresi.

Adverse Drug Reactions
Gangguan mental & visual, mengantuk, amnesia, ketergantungan, retensi urin, hipotensi.



Interaksi Obat



Simetidin, alkohol, depresi SSP lain.

ATC Klasifikasi
A03CA02 - Clidinium dan psycholeptics; Milik kelas antikolinergik sintetis antispasmodics,
dalam kombinasi dengan psycholeptics.
Digunakan dalam pengobatan gangguan pencernaan fungsional.

Packing
Klidibrax 10 x 10's

Produsen: Sandoz

________________________________________



PAPAVERINE 40 MG TAB

CODE: HHH1
Harga Per Satuan Terkecil : Rp150.00
BELI  
Harga Tersebut diatas Tidak Mengikat, Sewaktu-Waktu Dapat Berubah Tanpa Pemberitahuan Terlebih Dahulu
PAPAVERINE 40 MG TAB


GOLONGAN

GENERIK
Papaverin HCl.



INDIKASI

Kolik kandung empedu & ginjal & kondisi dimana memerlukan relaksasi otot polos, embolisme perifer & mesentrium.



PERHATIAN

Glaukoma.



KEMASAN

Tablet 40 mg x 1000 biji.



DOSIS

Dewasa : 2-3 kali sehari 1-2 tablet.
Anak-anak : 2,5 mg/kg berat badan dalam 4PAPAVERINE 40 MG TAB dosis terbagi.

________________________________________



Procolic Tablet
Harga Per Satuan Terkecil : Rp1,000.00
BELI  
PROCOLIC


komposisi

Natrium Metamizol....................... 250 mg
Hiosin Butilbromida...................... 10 mg
INDIKASI

Dismenore (nyeri pada saat haid), kolik ginjal atau kandung empedu.


KONTRA INDIKASI

Glaukoma sudut sempit, kecenderungan timbul perdarahan, porfiria, ulkus saluran pencernaan.


PERHATIAN

Hipersensitivitas terhadap Aspirin, hipertrofi prostat, tirotoksikosis.


Interaksi obat

antikolinergik, Klorpromazin, alkohol.


EFEK SAMPING

Reaksi alergi, perdarahan saluran pencernaan, agranulositosis, mulut kering, gangguan saluran pencernaan, retensi urin.


KEMASAN

Tablet salut selaput 10 x 10 biji.


DOSIS

3 kali sehari 1-2 tablet.

PABRIK

Meprofarm.

________________________________________



SCOPAMIN PLUS

CODE: HHH2
Harga Per Satuan Terkecil : Rp1,950.00
BELI  

SCOPAMIN PLUS


GOLONGAN
GENERIK



Komposisi :



Hyoscine-N-butylbromide 10 mg, parasetamol 500 mg.



INDIKASI



Nyeri paroksismal pada penyakit di lambung dan usus halus, nyeri spastik pada saluran kemih, saluran empedu, dan organ genital wanita (seperti dismenore).



KONTRA INDIKASI



Glaukoma, hipersensitif terhadap paracetamol, defisiensi glucose-6-phosphate dehidrogenase.



PERHATIAN



Hamil, laktasi, sindroma Gilbert, gangguan fungsi hati.



Interaksi Obat:



Obat hipnotik, antiepilepsi, rifampisin, alkohol, propantelin, metoklopramid, kloramfenikol, warfarin, devirat kumarin.



EFEK SAMPING



Agranulositosis, pansitopenia, bronkospasme.



KEMASAN



Kaplet Salut Selaput 10 x 10's.



DOSIS



Dewasa : 3 x sehari 1 - 2 kaplet, maksimal 6 kaplet per hari.

DIARE
Uraian obat Diare
1.    Racecordil
Anti diare yang ideal harus bekerja cepat, tidak menyebabkan konstipasi, mempunyai indeks terapeutik yang tinggi, tidak mempunyai efek buruk terhadap sistem saraf pusat, dan yang tak kalah penting, tidak menyebabkan ketergantungan. Racecordil yang pertama kali dipasarkan di Perancis pada 1993 memenuhi semua syarat ideal tersebut. Berdasarkan uji klinis didapatkan bahwa anti diare ini memberikan hasil klinis yang baik dan dapat ditoleransi oleh tubuh. Produk ini juga merupakan anti diare pertama yang cara kerjanya mengembalikan keseimbangan sistem tubuh dalam mengatur penyebaran air dan elektrolit ke usus. Selain itu, Hidrasec pun mampu menghambat enkephalinase dengan baik. Dengan demikian, efek samping yang ditimbulkannya sangat minimal.
2.    Loperamide
Loperamide merupakan golongan opioid yang bekerja dengan cara emeperlambat motilitas saluran cerna dengan mempengaruhi otot sirkuler dan longitudinal usus. Obat diare ini berikatan dengan reseptor opioid sehingga diduga efek konstipasinya diakibatkan oleh ikatan loperamid dengan reseptor tersebut. Efek samping yang sering dijumpai ialah kolik abdomen, sedangkan toleransi terhadap efek konstipasi jarang sekali terjadi.
3.    Nifuroxazide
Nifuroxazide adalah senyawa nitrofuran memiliki efek bakterisidal terhadap Escherichia coli, Shigella dysenteriae, Streptococcus, Staphylococcus dan Pseudomonas aeruginosa. Nifuroxazide bekerja lokal pada saluran pencernaan.
o    Aktifitas antimikroba Nifuroxazide lebih besar dari obat anti infeksi intestinal biasa seperti kloroyodokuin.
o    Pada konsentrasi encer (1 : 25.000) Nifuroxazide masih memiliki daya bakterisidal.
Obat diare ini diindikasikan untuk dire akut, diare yang disebabkan oleh E. coli & Staphylococcus, kolopatis spesifik dan non spesifik, baik digunakan untuk anak-anak maupun dewasa.
4.    Dioctahedral smectite
Dioctahedral smectite (DS), suatu aluminosilikat nonsistemik berstruktur filitik, secara in vitro telah terbukti dapat melindungi barrier mukosa usus dan menyerap toksin, bakteri, serta rotavirus. Smectite mengubah sifat fisik mukus lambung dan melawan mukolisis yang diakibatkan oleh bakteri. Zat ini juga dapat memulihkan integritas mukosa usus seperti yang terlihat dari normalisasi rasio laktulose-manitol urin pada anak dengan diare akut.
LAKSATIF  / PENCAHAR
Selain itu, laksatif yang digunakan oral bisa mengganggu penyerapan obat dan nutrisi-nutrisi dari makanan. Sedang laksatif yang dimasukkan melalui rektal biasanya tidak mempunyai efek seperti ini. Di samping itu, beberapa laksatif baik oral maupun rektal bisa menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit (termasuk kalsium, klorida, kalium, magnesium, dan sodium) jika digunakan dalam jangka panjang. Elektrolit ini sangat penting dalam mengatur kontraksi otot, ritme jantung, fungsi saraf, keseimbangan cairan dan fungsi tubuh lainnya. Jadi, ketidakseimbangan elektrolit ini bisa menyebabkan berbagai masalah seperti ritme jantung yang tidak normal, perasaan lemah, bahkan kebingungan.

PENTING Jangan gunakan obat pencahar selama kehamilan dan pada anak berusia di bawah 6 tahun, kecuali atas resep dokter!

6. OBAT DIGESTAN
Digestan adalah obat pencernaan yang membantu proses pencernaan berisi enzim-enzim atau campurannya yang berguna untuk memperbaiki fungsi pencernaan. Digestan bermanfaat pada defisiensi satu atau lebih zat yang berfungsi mencerna makanan di saluran cerna. Proses pencernaan makanan dipengaruhi oleh HCl (asam lambung), enzim pencernaan dan empedu.
Adapun secara garis besar sediaan digestan yang bermanfaat adalah sebagai berikut :
1.    Enzim pankreas
Enzim pankreas dalam sediaan dikenal sebagai pankreatin dan pankrelipase. Kedua zat tersebut mengandung amilase, tripsin (protease) dan lipase. Pankrelipase berasal dari pankreas hewan, aktivitas lipasenya relatif lebih tinggi daripada pankreatin.
Pankrelipase diindikasikan pada keadaan defesiensi sekret pankreas misalnya pada pankreatitis dan mukovisidosis. Ennzim ini dirusak asam lambung sehingga harus dibuat dalam bentuk tablet enteral.
Enzim pankreas sedikit sekali menyebabkan efek samping. Dosis tinggi dapat menyebabkan mual dan diare dan juga hiperurisemia.
2.    Pepsin
Pepsin adalah enzim proteolitik yang kurang penting dibanding dengan enzim pankreas. Pada defisiensi pepsin, tidak ditemukan gejala yang serius. Defisiensi pepsin total ditemukan pada pasien aklorhidria. Kegagalan lambung untuk mensekresi pepsin dan asam dengan rangsangan yang adekuat disebut akilia gastrika, sering terjadi pada pasien anemia pernisiosa dan karsinoma lambung.
3.    Empedu
Empedu mengandung asam empedu dan konjugatnya. Zat empedu yang penting untuk manusia ialah garam natrium asam kolat dan asam kenodeoksikolat. Selain penting untuk penyerapan lemak, empedu juga penting untuk absorpsi zat larut lemak misalnya vitamin A, D, E dan K.
Dalam jumlah besar, garam empedu dapat menetralkan asam lambung yang masuk ke duodenum.
Pada keadaan normal hati mensekresi ± 24 g garam empedu atau 700 - 1000 ml cairan empedu/hari.
Kira-kira 85 % empedu diabsorpsi pada usus kecil bagian bawah (sirkulasi enterohepatik), sehingga hanya 80 mg garam empedu yang harus disintesis perharinya.
Asam-asam empedu meningkatkan sekresi empedu dan disebut zat koleretik, garam empedu kurang memperlihatkan aktivitas koleretik. Asam dehidrokolat suatu kolat semisintetik terutama aktif untuk merangsang empedu dengan BM (Berat molekul) rendah karena itu dinamakan zaat hidrokoleretik. Zat ini hanya merangsang pengeluaran empedu dan bukan prosuksi empedu.
Berbeda dengan asam kolat, asam kenodeoksikolat menurunkan kadar kolesterol dalam empedu. Obat ini berguna untuk mengatasi batu kolesterol kandung empedu pada pasien tertentu.
Asam kenodeoksikolat bekerja dengan menurunkan absorpsi kolesterol dari usus dan menurunkan sintesis kolesterol. Bila kadar asam kenodeoksikolat mencapai 70 % empedu total, maka larutan empedu yang tadinya jenuh kolesterol menjadi tidak jenuh.
Garam empedu menurunkan resistensi mukosa saluran cerna terhadap asam lambung. Kenyataan ini diduga mempunyai implikasi terhadap terjadinya gastritis, tkak peptik dan refluks esofagus.

7. KOLAGOGUM, KOLELITOLITIK DAN HEPATIK PROTEKTOR
Pada obat pencernaan golongan ini tidak langsung berkaitan dengan saluran cerna tetapi lebih kepada fungsi hati dan empedu yang bermasalah.
Obat yang menstimulasi aliran empedu ke duodenum disebut Kolagogum.
Hingga kini belum ada pengobatan efektif pilihan untuk penyakit hepatitis yang kronis karena virus. Banyak penderita menjadi sirosis salah satu komplikasi yang terkenal atau menjadi kanker hati stadium awal. Pilihan pengobatan sampai sekarang masih dengan interferon alfa. Hanya sedikit penderita yang dapat merespon dengan baik pengobatan ini. Pada infeksi hepatitis B 19 - 41 % penderita mencapai keberhasilan pengobatan dan infeksi hepatitis C 15 - 25%.
Sehingga dibutuhkan obat / vitamin atau suplemen untuk memperbaiki kondisi tersebut .
Ada beberapa zat aktif yang diindikasikan untuk masalah ini , seperti di bawah ini :
1.    Ursodeoksikolat
Penelitian terkini menunjukkan bahwa garam empedu hidrofilik ursodeoksikolat dapat meningkatkan hasil pengobatan dengan interferon alfa. Aksi kerja dari ursodeoksikolat adalah dengan memberi efek cytoprotektif langsung, dan efek pada siklus enterohepatik pada efek korelatif potensial asam empedu dan efek imunomodulate. Asaam Ursodeoksikolat biasanya diberikan dalam terapi tunggal dalam dosis 8 -10 mg per kg berat badan. Selain itu dapat digunakan untuk meningkatkan efek interferon - alpha pada terapi kombinasi.
2.    AARC
AARC atau asam amino rantai cabang, merupakan asam amino esensial yang terdiri dari asam amino Valin, Leusin, & Isoleusin. Pada penderita penyakit hati kronis atau sirosis hati kadar AARC ini akan menurun.
Dalam sediaannya biasanya dikombinasi dengan asam amino lainnya atau vitamin dan mineral.
3.    Chenodeoxycholic
Chenodeoxycholic acid adalah asam empedu. Chenodeoxycholic acid adalah satu dari empat asam organik utama yang diproduksi oleh hati. Chenodeoxycholic acid disintesa hati dari kolesterol. Chenodeoxycholic acid dan asam kolat adalah asam empedu yang paling penting pada manusia.
Chenodeoxycholic acid diindikasikan untuk batu empedu kolesterol, khususnya pada pasien yang beresiko tinggi untuk pembedahan, tidak dapat ditolong dengan pembedahan sama sekali atau yang menolak kolesistektomi (membuang kandung empedu yang sakit atau yang berisi batu dengan pembedahan).
4.    Zat aktif lainnya
Banyak zat yang berasal dari alam seperti silymarin, lecitin, ekstrak rimpang-rimpangan maupun tanaman lainnya yang dalam penelitian bermanfaat untuk kesehatan hati. Selain itu juga sediaan yang ada dikombinasi dengan multivitamin atau zat lainnya dengan komposisi yang telah diatur khusus untuk penderita penyakit hati.
Kalaupun sediaan kombinasi ini atau sering disebut multivitamin atau suplemen untuk hati masuk dalam kategori obat bebas tetap penggunaannya harus sesuai dengan resep dokter dan petunjuk pemakainnya dalam kemasan.

8. OBAT HEMOROID
Obat pencernaan golongan ini untuk permasalahan pada anus yaitu hemoroid/wasir atau luka.
Kandungan obat hemoroid / wasir di Indonesia bisa dijabarkan sebagai berikut :
1.    Polidocanol
Polidocanol untuk wasir / hemoroid dalam bentuk sediaan injeksi (ampul).
2.    Senyawa bismuth dan kombinasinya
Terdapat kombinasi dengan Hydrokortison, sediaan obat wasir ini biasa dalam bentuk suppositoria.
3.    Ekstrak tumbuh-tumbuhan
Banyak zat berkhasiat dari ekstrak tumbuh-tumbuhan yang digunakan untuk mengurangi gejala penyakit. Seperti : Graptophyllum pictum, Sophora japonica , Rubia cordifolia , Coleus atropurpureus , Sanguisorba officinalis , Kaemferiae angustifoliae , Curcuma heyneanae
Ada yang dalam bentuk kapsul untuk oral maupun dalam bentuk suppositoria dan salep untuk pemakaian luar.
4.    Senyawa flucortolone dan kombinasinya
Sediaan yang tersedia untuk obat wasir dengan kandungan zat aktif ini adalah suppositoria dan krim untuk pemaakian lokal.
Selain obat di atas juga ada kombinasi lainnya senyawa alumunium, senyawa zink, hydrokortison dan lidokain dalam bentuk krim.
Pada obat ini Lidokain berfungsi untuk menghilangkan rasa tidakenak/sakit karena bersifat bius lokal.
Pengobatan Hemoroid / Wasir
Biasanya, wasir tidak membutuhkan pengobatan kecuali bila menyebabkan gejala.
Obat pelunak tinja atau psilium bisa mengurangi sembelit dan peregangan yang menyertainya.
Suntikan skleroterapi diberikan kepada penderita wasir yang mengalami perdarahan. Dengan suntikan ini, vena digantikan oleh jaringan parut.
Wasir dalam yang besar dan tidak bereaksi terhadap suntikan skleroterapi, diikat dengan pita karet. Cara ini, disebut ligasi pita karet, meyebabkan wasir menjadi layu dan putus tanpa rasa sakit.
Pengobatan ini dilakukan dengan selang waktu 2 minggu atau lebih. Mungkin diperlukan 3-6 kali pengobatan.
Wasir juga bisa dihancurkan dengan menggunakan laser (perusakan laser), sinar infra merah (fotokoagulasi infra merah) atau dengan arus listrik (elektrokoagulasi).
Pembedahan mungkin digunakan bila pengobatan lain gagal.
Bila wasir dengan bekuan darah menyebabkan nyeri, maka bisa diobati dengan cara:
•    duduk berendam dalam air hangat
•    mengoleskan salep obat bius lokal
•    pengompresan dengan kemiri.
Nyeri dan pembengkakan biasanya akan berkurang beberapa saat kemudian, dan bekuan menghilang setelah 4-6 minggu.
Pilihan lainnya adalah memotong vena dan mengeluarkan bekuan, yang dengan segera akan mengurangi nyeri.
Wasir/Hemoroid
Hemoroid (Wasir) adalah pembengkakan jaringan yang mengandung pembuluh balik (vena) dan terletak di dinding rektum dan anus.
Anus merupakan lubang di ujung saluran pencernaan dimana limbah (tinja, kotoran) keluar dari dalam tubuh.
Rektum merupakan bagian dari saluran pencernaan diatas anus, dimana tinja disimpan sebelum dikeluarkan dari tubuh melalui anus. Hemoroid bisa mengalami peradangan, menyebabkan terbentuknya bekuan darah (trombus), perdarahan atau akan membesar dan menonjol keluar.
Wasir yang tetap berada di anus disebut hemoroid interna (wasir dalam) dan wasir yang keluar dari anus disebut hemoroid eksternal (wasir luar).
Wasir bisa terjadi karena peregangan berulang selama buang air besar, dan sembelit (kesulitan buang air besar, konstipasi) bisa membuat peregangannya bertambah buruk. Penyakit hati menyebabkan kenaikan tekanan darah pada vena portal dan kadang-kadang menyebabkan terbentuknya wasir.
Wasir bisa mengeluarkan darah, terutama setelah buang air besar, sehingga tinja mengandung darah atau terdapat bercak darah di handuk/tisu kamar mandi.
Darahnya bisa membuat air di kakus menjadi merah. Tetapi jumlah darah biasanya sedikit dan wasir jarang menyebabkan kehilangan darah yang berat atau anemia.
Wasir yang menonjol keluar mungkin harus dimasukkan kembali dengan tangan perlahan-lahan atau bisa juga masuk dengan sendirinya.
Wasir dapat membengkak dan menjadi nyeri bila permukaannya terkena gesekan atau jika di dalamnya terbentuk bekuan darah.
Kadang wasir bisa mengeluarkan lendir dan menimbulkan perasaan bahwa masih ada isi rektum yang belum dikeluarkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar